Agama Islam, Materi Bahasa Indonesia, Pramuka, Sastra Seni dan Budaya, Penjualan Souvenir, Video Motivasi-Inspirasi, Tanya Jawab
Senin, 16 Januari 2012
Sifat Sholat Nabi
Saya secara pribadi menyarankan untuk tidak mengambil dasar diatas tanpa bermufakat dengan guru atau Ustadz, mohon maaf sekiranya sebisa mungkin juga dibahas dalam majelis yg antum ikuti agar tidak terjadi salah pemahaman ketika menyampaikannya sehingga menimbulkan fitnah dan menyesatkan.
dan beberapa kitab fiqih lainnya...
Jumat, 13 Januari 2012
Sholawatan VS Karaokean
Assalaamu
'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh
Karaoke VS Sholawatan (Diba'iyah)
bagaimana menurut anda? sharing yuk...
banyak orang rela merogoh kocek yg tidak sedikit hanya untuk bisa berkaraoke
ria di tempat-tempat karaoke, bahkan berjoget layaknya koreografer tangguh
tanpa ada rasa malu.
hmmm... dunia sudah terbalik, giliran diajak "Hurmat Nabi" atau
"Dibai'yah" yang notabene gratis plus dapat makan gratis belum lagi
sekeranjang makanan, katanya malu bahkan banyak yang menolak dengan seribu
alasan...
tapi gimana lagi, namanya alas itu luas apalagi alasan... wkwkwkwk... ampun
d....
saat berkaraoke ria, denagn segenap kemempuan diperlihatkan, kalau ada yang
komentar suaranya fals, ia akan berusaha sebaik mungkin dilagu berikutnya untuk
memperbaiki kesalahan, sehingga dapat menikmati lantunan suara emas, perak
ataupun perunggu.
Tetapi saat mengikuti jam'iyah dibai'iyah, dan giliran membaca, ia rebutan
untuk sebisa mungkin tidak ditunjuk, karena malu, padahal disitulah juga
terjadi pembelajaran membaca Al-Qur'an, karena sebagian adalah ayat2 Al-Qur'an,
alih-alih ditunjuk membaca, kalau perlu jadi ma'mum yang duduk diluar sehingga
bisa ngobrol dengan yang lain... hmmmmm... capek d...
begitu pula saat ada perlombaan karaoke, pendaftarnya membludak, bahkan tidak
sedikit yang tidak kebagian tempat, ia pun rela dikritik.
Giliran lomba hadrah atau yang lagi tenar saat ini Banjari, pesertanya pun
terbatas, bahkan hanya diikuti kelompok-kelompok tertentu. lalu mau dibawa
kemana generasi pernerus???
Allaahu Akbar…
Minggu, 08 Januari 2012
Budaya Meremehkan
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa BarokaatuhTerkadang melihat dan mendengar teman2 berkomunikasi menyampaikan kata atau panggilan dengan bahasa arab ingin ketawa sendiri. hmmm
tapi klo ditunjukkan, katanya menghina... repot juga ya...
padahal tidak sedikit dari teman2 yg belum paham bahkan tidak mengenal ilmu alat (shorof) dan tata bahasanya (nahwu).
suatu contoh kecil:
antum = kamu baik laki2 atau perempuan, padahal maksud mereka untuk satu orang entah laki2 atau perempuan. yang benar seharusnya:
anta = kamu laki-laki
anti = kamu perempuan, dan
antum = kalian...
hmmm atau karena budaya kita yg suka meremehkan... contoh kecil lagi, saat guru tercinta almarhumah "Ibu Mukijah" bercerita tentang sejarah sayuran "Gobis" entah sejarah itu benar atau sengaja dibuat agar terkesan menarik... heeeee....
Gobis, yang benar adalah kol, tapi kenapa kq jadi gobis ya.... hmmm... begini ceritanya:
seorang pribumi yng bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga pada seorang mener Belanda, ketika itu ia diperintah masak sayuran yg belum pernah dimasak bahkan nama sayurannya ia pun tidak tahu.
Alhasil saat bertanya kepada tuannya...
Mener : ngos… jongos?
PRT : Ada apa Nik?
Mener : Cepat kamu masak ini?
PRT : Iya Nik…. Nik, ini namanya apa?
Mener : itu namanya Kol beast
PRT : o... gobis...
lalu bersegera ia masak, setelah itu ia pun bergegas pulang serta memberitahu tetangga dan saudaranya bahwa ia baru saja masak sayur gobis.
PRT : nduk-nduk kesini saya kasih tahu
Saudara : ada apa mbak yu?
PRT : saya tadi disuruh Nonik masak gobis
Saudara : Gobis??? apa itu?
PRT : itu lo... yg warnanya putih kehijauan, bentuknya bulat dan berlembar-lembar
Saudara : o itu... lha... ini namanya gobis ya?
PRT : ho'o....
dan anda tahu sendiri, bahasa itu jadi bahasa daerah bahkan membudaya di negeri kita tercinta... dan secara tidak langsung, pebelajaran apa yang kita peroleh?
ya mestinya saling mengumpat... hmmm capek d.....!!!!!
afwan sobat bukan bermaksud mengurui, tetapi alangkah baiknya menggunakan bahasa yg kita benar2 paham. boleh saja menggunakan bahasa arab asal paham, tp jangan arab patek nggenah... wkwkwk
sekali lagi saya mohon maaf, saya sendiri mengakui, belum menguasai bahkan bisa dikatakan tidak paham.
Hal diatas masih tentang bahasa, bagaimana dengan hal yg tingkat resikonya lebih besar... contoh kabel listrik. lha gara2 menganggap remeh terus terjadi kebakaran, katanya sulapan terus bilangnya musibah dan endingnya... menggerutu (mencak-mencak) tanpa sadar kesalahan yang dibuat..... wkwkwk...
sekali lagi maafkan daku sobat...
hikmah yang dapat kita ambil dari hal diatas adalah:
siapa yang menanam maka ia pula yang memetik
disiplin kunci sukses
Wassalaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh
10 sebab tidak dikabulkannya do’a
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh
10 sebab tidak dikabulkannya
do’a;
1. Kalian Mengenal Alloh tetapi tidak menunaikan hakNya
2. Kalian mengaku cinta pada Rosululloh tetapi
meninggalkan sunnahnya
3. Kalian membaca Alqur’an tetapi tidak mengamalkannya
4. Kalian memakan nikmat pemberian Alloh tetapi tidak
mensyukurinya
5. Kalian mengatakan setan adalah musuh kalian tetapi
tidak menyelisihinya
6. Kalian mengatakan surga itu benar, tetapi tidak
berusaha mendapatkannya
7. Kalian mengatakan neraka itu benar tetapi tidak lari darinya
8. Kalian mengatakan kematian itu benar tetapi tidak
mempersiapkan diri menghadapinya
9. Kalian bangun dari tidur kemudian sibuk dengan aib
orang lain dan melupakan aib sendiri
10. Kalian Mengubur mayat tetapi tidak mengambil
pelajaran dariNya
Allah Ta’ala berfirman:
Aku sesuai dengan persangkaan
hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat
Aku. Jika dia mengingatKu dalam
dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu
perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka.
Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia
mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang
kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.
Seorang sahabat bertanya kepada baginda Rasulallah,
"Ya Rasul, pesankan sesuatu kepadaku yang akan
berguna bagiku dari sisi Allah." Rosul bersabda: "Perbanyaklah
mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah
kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan
perbanyaklah do'a.
Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR.
Ath-Thabrani)
Langganan:
Postingan (Atom)