Senin, 16 Januari 2012

Sifat Sholat Nabi

Menuntut ilmu itu pedekatan diri kepada Allahu 'Azza Wa Jallah
berikut saya posting tentang Sifat Sholat Nabi.
1. Aplikasi Sifat Sholat Nabi 
2. Sifat Sholat Nabi bagian 1
3. Sifat Sholat Nabi 2
4. Sifat Sholat Nabi 3

Saya secara pribadi menyarankan untuk tidak mengambil dasar diatas tanpa bermufakat dengan guru atau Ustadz, mohon maaf sekiranya sebisa mungkin juga dibahas dalam majelis yg antum ikuti agar tidak terjadi salah pemahaman ketika menyampaikannya sehingga menimbulkan fitnah dan menyesatkan.
Pada dasarnya apa yang saya posting sudah melalui proses yang cukup, dan telah saya bandingkan dan sesuaikan dengan referensi kitab-kitab fiqih yg telah saya pelajari di pesantren, antara lain;
1. Mabadi'ul Fiqhiyah
2. Sulam Safinah
3. Sulam Taufiq
4. Safinatun Najah
5. Safinatus Sholah
6. Alghoyah Wa Taqrib
7. Targhibut Tarhib
8. Fathul Bari
9. Fathul Mu'in
dan beberapa kitab fiqih lainnya...
Mohon maaf jika masih ada kekurangan disana-sini
 
Akhirul Kalam
 
Wa Billaahi Taufiq Wal Hidaayah
Wa Bir Ridlo Wal 'Inaayah
Was Salaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh

Jumat, 13 Januari 2012

Sholawatan VS Karaokean

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh

Karaoke VS Sholawatan (Diba'iyah)
bagaimana menurut anda? sharing yuk...
banyak orang rela merogoh kocek yg tidak sedikit hanya untuk bisa berkaraoke ria di tempat-tempat karaoke, bahkan berjoget layaknya koreografer tangguh tanpa ada rasa malu.
hmmm... dunia sudah terbalik, giliran diajak "Hurmat Nabi" atau "Dibai'yah" yang notabene gratis plus dapat makan gratis belum lagi sekeranjang makanan, katanya malu bahkan banyak yang menolak dengan seribu alasan...
tapi gimana lagi, namanya alas itu luas apalagi alasan... wkwkwkwk... ampun d....

saat berkaraoke ria, denagn segenap kemempuan diperlihatkan, kalau ada yang komentar suaranya fals, ia akan berusaha sebaik mungkin dilagu berikutnya untuk memperbaiki kesalahan, sehingga dapat menikmati lantunan suara emas, perak ataupun perunggu.
Tetapi saat mengikuti jam'iyah dibai'iyah, dan giliran membaca, ia rebutan untuk sebisa mungkin tidak ditunjuk, karena malu, padahal disitulah juga terjadi pembelajaran membaca Al-Qur'an, karena sebagian adalah ayat2 Al-Qur'an, alih-alih ditunjuk membaca, kalau perlu jadi ma'mum yang duduk diluar sehingga bisa ngobrol dengan yang lain... hmmmmm... capek d...

begitu pula saat ada perlombaan karaoke, pendaftarnya membludak, bahkan tidak sedikit yang tidak kebagian tempat, ia pun rela dikritik.
Giliran lomba hadrah atau yang lagi tenar saat ini Banjari, pesertanya pun terbatas, bahkan hanya diikuti kelompok-kelompok tertentu. lalu mau dibawa kemana generasi pernerus???

Allaahu Akbar…

Minggu, 08 Januari 2012

Budaya Meremehkan

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh

Terkadang melihat dan mendengar teman2 berkomunikasi menyampaikan kata atau panggilan dengan bahasa arab ingin ketawa sendiri. hmmm
tapi klo ditunjukkan, katanya menghina... repot juga ya...
padahal tidak sedikit dari teman2 yg belum paham bahkan tidak mengenal ilmu alat (shorof) dan tata bahasanya (nahwu).
suatu contoh kecil:
antum = kamu baik laki2 atau perempuan, padahal maksud mereka untuk satu orang entah laki2 atau perempuan. yang benar seharusnya:
anta = kamu laki-laki
anti = kamu perempuan, dan
antum = kalian...
hmmm atau karena budaya kita yg suka meremehkan... contoh kecil lagi, saat guru tercinta almarhumah "Ibu Mukijah" bercerita tentang sejarah sayuran "Gobis" entah sejarah itu benar atau sengaja dibuat agar terkesan menarik... heeeee....
Gobis, yang benar adalah kol, tapi kenapa kq jadi gobis ya.... hmmm... begini ceritanya:

seorang pribumi yng bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga pada seorang mener Belanda, ketika itu ia diperintah masak sayuran yg belum pernah dimasak bahkan nama sayurannya ia pun tidak tahu.
Alhasil saat bertanya kepada tuannya...
Mener     : ngos… jongos?
PRT        : Ada apa Nik?
Mener     : Cepat kamu masak ini?
PRT        : Iya Nik…. Nik, ini namanya apa?
Mener     : itu namanya Kol beast
PRT        : o... gobis...

lalu bersegera ia masak, setelah itu ia pun bergegas pulang serta memberitahu tetangga dan saudaranya bahwa ia baru saja masak sayur gobis.

PRT      : nduk-nduk kesini saya kasih tahu
Saudara : ada apa mbak yu?
PRT      : saya tadi disuruh Nonik masak gobis
Saudara : Gobis??? apa itu?
PRT       : itu lo... yg warnanya putih kehijauan, bentuknya bulat dan berlembar-lembar
Saudara : o itu... lha... ini namanya gobis ya?
PRT       : ho'o....

dan anda tahu sendiri, bahasa itu jadi bahasa daerah bahkan membudaya di negeri kita tercinta... dan secara tidak langsung, pebelajaran apa yang kita peroleh?
ya mestinya saling mengumpat... hmmm capek d.....!!!!!

afwan sobat bukan bermaksud mengurui, tetapi alangkah baiknya menggunakan bahasa yg kita benar2 paham. boleh saja menggunakan bahasa arab asal paham, tp jangan arab patek nggenah... wkwkwk
sekali lagi saya mohon maaf, saya sendiri mengakui, belum menguasai bahkan bisa dikatakan tidak paham.

Hal diatas masih tentang bahasa, bagaimana dengan hal yg tingkat resikonya lebih besar... contoh kabel listrik. lha gara2 menganggap remeh terus terjadi kebakaran, katanya sulapan terus bilangnya musibah dan endingnya... menggerutu (mencak-mencak) tanpa sadar kesalahan yang dibuat..... wkwkwk...

sekali lagi maafkan daku sobat...

hikmah yang dapat kita ambil dari hal diatas adalah:
siapa yang menanam maka ia pula yang memetik
disiplin kunci sukses

Wassalaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh

10 sebab tidak dikabulkannya do’a

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh


10 sebab tidak dikabulkannya do’a;

1.      Kalian Mengenal Alloh tetapi tidak menunaikan hakNya
2.      Kalian mengaku cinta pada Rosululloh tetapi meninggalkan sunnahnya
3.      Kalian membaca Alqur’an tetapi tidak mengamalkannya
4.      Kalian memakan nikmat pemberian Alloh tetapi tidak mensyukurinya
5.      Kalian mengatakan setan adalah musuh kalian tetapi tidak menyelisihinya
6.      Kalian mengatakan surga itu benar, tetapi tidak berusaha mendapatkannya
7.      Kalian mengatakan neraka itu benar tetapi tidak  lari darinya
8.      Kalian mengatakan kematian itu benar tetapi tidak mempersiapkan diri menghadapinya
9.      Kalian bangun dari tidur kemudian sibuk dengan aib orang lain dan melupakan aib sendiri
10. Kalian Mengubur mayat tetapi tidak mengambil pelajaran dariNya

Allah Ta’ala berfirman: 
Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku.  Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.

Seorang sahabat bertanya kepada baginda Rasulallah,
"Ya Rasul, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Rosul bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah do'a. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)